Saturday, 20 October 2012

Pengaruh pajak dan subsidi terhadap keseimbangan pasar



APLIKASI FUNGSI DALAM EKONOMI
A.    Pengaruh Pajak Pada Keseimbangan Pasar

Pajak yang dikenakan atas penjualan selalu menambah harga barang yang ditawarkan, sehingga hanya mempengaruhi fungsi penawaran, sedang fungsi permintaannya tetap.
Rumus


Rounded Rectangle: Total Pajak yang diterima Pemerintah
T pemerintah = Pajak X Q pada Keseimbangan setelah pajak
Besarnya pajak yang ditanggung Konsumen
T konsumen= (Pet-Pe) X Qt
Besarnya pajak yang ditanggung Produsen
T Produsen= total Pajak yg diterima pemerintah – pajak yang ditanggung Konsumen
 









Keterangan :
Pet : Koordinat P pada Keseimbangan Pasar setelah pajak
Pe  : Koordinat P pada keseimbangan pasar sebelum pajak
Qt : Koordinat Q pada keseimbangan pasar setelah pajak
 






Contoh Soal
Fungsi permintaan dan penawaran gula diberikan sebagai berikut :
P =12 - 2Q
P = 6 +Q 
Pemerintah mengenakan pajak sebesar 4 pada setiap unit yang diproduksi. Tentukan :
1. Nilai keseimbangan pasar sebelum pajak.
2. Nilai keseimbangan pasar setelah pajak
3. Gambarkan kurvanya
4.Total Pajak yang diterima pemerintah.
5. Besar pajak yang ditanggung konsumen
6. Besarnya pajak yang ditanggung produsen.

Jawab :
Dari Soal Diketahui
Pd =12 - 2Q
Ps = 6 +Q 
 t  = 4

1.      Nilai Keseimabangan Pasar sebelum pajak adalah
Pd    =   Ps
  12-2Q = 6+Q
-   2Q = -10
 Q  = 5
Untuk Menentukan Nilai P Maka Nilai Q disubstitusikan ke salah satu fungsi Permintaan atau Penawaran.
Pd = 12-Q
= 12 – 5
P   = 7

Ps = 2+Q
     = 2+5
P   = 7
Jadi nilai keseimbangan pasar adalah Q = 5 dan P = 7. E(5,7)

2.      Nilai Keseimbangan Pasar Setelah Pajak
Rounded Rectangle: Pst=a+bQ+t maka Pst=2+Q+4 
Pst= 6+Q


Dari Soal Diketahui :
Pd =12 - 2Q
Ps = 6 +Q 
t = 4

rumus Keseimbangan pasar setelah pajak adalah
Untuk Mencari Nilai P , Maka Nilai Q di substitusikan kepada fungsi Permintaan


Rounded Rectangle: Q=3 di substitusikan pada Pd
Pd=12-Q
Pd=12-3
P=9
Jadi Nilai P setelah pajak adalah P=9
 



Jadi Keseimbangan Pasar setelah pajak adalah Et(3,9)
3.      Membuat kurva
a.       Membuat grafik Penawaran
Untuk membuat grafik penawaran kita membutuhkan beberapa koordinat agar bisa menarik garis permintaan pada kurva. Caranya dengan menggunakan table dan fungsi permintaan (Pd).
Pd =12 - Q

Q
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
P
12
11
10
9
8
7
6
5
4
3


b.      Menentukan titik-titik koordinat penawaran dengan cara yang sama seperti a tetapi meggunakan fungsi penawaran sebelum pajak (Ps)
Ps = 2 + Q
Q
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
P
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

c.       Perpotongan antara kurva permintaan dengan kurva penawaran disitulah terjadi keseimbangan pasar yaitu E(5,7)
d.       Sedangkan untuk menggabarkan kurva keseimbangan pasar setelah pajak kita perlu mencari titik-titik koordinat dengan cara table dan menggunakan fungsi Penawaran yang dikenai pajak (Pst).

Pst= 6+Q
Q
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
P
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Jadi Dari table ini pun kita bisa tahu bahwa keseimbangan pasar setelah pajak adalah Et(3,9) karena Koordinat tersebut ada pada fungsi penawaran yang dipengaruhi pajak dan ada juga pada kurva permintaan.

Dari proses a, b, c, d tersebut maka sekarang kita bisa membuat kurva penawaran, kurva permintaan, dan kurva keseimbangan setelah pajak maupun sebelum pajak.
Berikut adalah gambar kurvanya.















P









12






Et



10









E
8










6










4










2









D
0











1
2
3
4
5
6
7
8
9
Q
Kurva Pengaruh Pajak terhadap Keseimbangan Pasar.
4.      Total Pajak yang dibayar Pemerintah adalah
T = Pajak x Q pada Keseimbangan setelah pajak
T= 4x5
 T= 20
5.      Besarnya pajak yang ditanggung konsumen adalah
T= (Pet-Pe) x Qt
T= (9-7)x3
T= 6
6.      Besarnya pajak yang ditanggung produsen.
T Produsen=T Pemerintah-T konsumen
T = 20-6
T= 14









B.      Rounded Rectangle: Keseimbangan Pasar Sebelum subsidi
Qd     =     Qs   atau Pd=Ps
Keseimbangan setelah subsidi
Pd      =    Pss
Subsidi Untuk Konsumen
SK  =  ( Po – Ps ) Qs  
Subsidi yang diberikan pemerintah
SG  =  s . Qs
Besar Subsidi Untuk Produsen
SP  =  S – (( Po – Ps ) Qs)



PENGARUH SUBSIDI TERHADAP KESEIMBANGAN PASAR
Subsidi ( s ) adalah bantuan yang diberikan pemerintah kepada produsen terhadap produk yang dihasilkan atau dipasarkan, sehingga harga yang berlaku dipasar lebih rendah sesuai dengan keinginan pemerintah dan daya beli masyarakat meningkat. Fungsi penawaran setelah subsidi adalah F ( Q )  =  P + S  atau  P  =  F ( Q ) – S








Rounded Rectangle: Keterangan :
Qs : nilai Q pada keseimbangan pasar setelah subsidi
s : Subsidi
Po : Nilai P pada keseimbangan pasar sebelum subsidi
Ps: Nilai P Pada keseimbangan pasar setelah  subsidi
Sp : Subsidi untuk Produsen
SG : Subsidi Yang diberikan Pemerintah
Sk : Subsidi untuk konsumen
 







 
Contoh Soal  ;
Permintaan akan suatu komoditas dicerminkan oleh Q  =  12 – 2P sedangkan penawarannya Q  =  -4 + 2P pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp. 2,- setiap unit barang.
a.  berapakah jumlah dan harga keseimbangan sebelum subsidi ?
b.  berapakah jumlah dan harga keseimbangan sesudah subsidi ?
c.  berapa bagian dari subsidi untuk konsumen dan produsen ?
d.  berapa subsidi yang diberikan pemerintah ?
Jawab  ;
a.)    jumlah dan harga keseimbangan sebelum subsidi
                Qd     =     Qs                                                        Q  =  12 – 2P
          12 – 2P  =  -4 + 2P                                                       =  12 – 8
             4P      =   16                                                              Q    =  4
                P      =    4                             
( Keseimbangan pasar sebelum subsidi So ( 4, 4 )
b.)  Qd   =  12 – 2P    =>     P  =  ½ Qd + 6                         Pd      =    Pss
         Qs   =  -4 + 2P     =>     P  =  ½ Qs + 2                   - ½ Q + 6  =  ½ Q
         Pss  =  ½ Q + 2 – 2                                                           Q  =   6
         Pss  =  ½ Q 
       P  =  ½ Q
        P  =  3
         ( Keseimbangan pasar setelah subsidi Ss ( 6, 3 )
c.)   jumlah dan harga keseimbangan sesudah subsidi
         SK  =  ( Po – Ps ) Qs                                                                 SP  =  S – (( Po – Ps ) Qs)
                  =  ( 4 – 3 ) 6                                                                              =  12 – (( 4 – 3 ) 6 )
         SK  =  6                                                                                                =  12 - 6
         SG  =  Qs . s                                                                                                 Sp  =  6
                  =  6 . 2 = 12                                                        ( Besar subsidi untuk produsen Rp. 6,- )
        ( Besar subsidi untuk konsumen = Rp. 12,- )
d.)  Subsidi yang diberikan pemerintah
         SG  =  s . Qs
                  =  2 . 6
                  =  12
                                    















No comments:

Post a Comment